Rabu, 07 Januari 2009

Hak-Hak Pasien & Pelayanan Kefarmasian

HAK-HAK PASIEN
DAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK

Rahayu Widodo, S.Si., Apt.
(Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Sleman, Yogyakarta & Sekjen Perkumpulan Sehat Indonesia)


Salah satu institusi penting dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah apotek. Gambaran umum masyarakat mengenai fungsi apotek barangkali masih sebatas bahwa apotek bertugas menyiapkan resep dan menjual obat-obatan. Lebih dari itu tampaknya hanya sebagian kecil masyarakat yang mengetahuinya. Persepsi tersebut menjadikan pasien tidak banyak mengerti akan hak-haknya terhadap pelayanan kefarmasian di apotek.
Ketidaktahuan pasien akan hak-haknya bisa membuat proses terapi menjadi tidak optimal. Pelayanan kesehatan kepada pasien akan berjalan efektif bila terjadi perimbangan kesadaran dan kepemahaman antara penyedia layanan dengan pihak pasien atau konsumen. Penyedia layanan berkewajiban mematuhi standar kerja/profesi, di sisi yang lain masyarakat perlu sadar akan hak-haknya. Ketidakberdayaan salah satu pihak akan cenderung memunculkan dominasi pihak lain. 
Hak-hak pasien telah diakui dan diatur dalam perundang-undangan kita, meskipun secara riil masih banyak masyarakat yang belum menyadarinya. Selanjutnya peraturan tersebut wajib diimplementasikan dalam setiap jenjang pelayanan kesehatan, tidak terkecuali apotek. Pelayanan kefarmasian di apotek saat ini telah mengalami pergeseran. Dengan adanya standar kompetensi farmasis yang harus dipatuhi, pelayanan kefarmasian di apotek sebagai salahsatu bagiannya, haruslah mendorong terpenuhinya hak-hak pasien dan keberhasilan terapi pada umumnya.

Hak-hak Pasien menurut Undang-Undang
Menurut UU kesehatan no 23/1992 dalam Bab Penjelasan dari Pasal 53 ayat 2, hak-hak pasien meliputi:
1. Hak untuk memperoleh informasi
2. Hak untuk memberikan persetujuan
3. Hak atas rahasia kedokteran
4. Hak atas pendapat kedua (second opinion)
Informasi yang berhak diterima pasien antara lain informasi mengenai: penyakit yang diderita, tindakan medik yang hendak dilakukan, informasi obat, kemungkinan penyulit sebagai akibat tindakan tersebut dan tindakan untuk mengatasinya, prognosanya, serta perkiraan biaya pengobatan. 
  Hak memberikan persetujuan maksudnya bahwa pasien berhak memberikan ijin ataupun menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. Pasien juga berhak mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri setelah memperoleh informasi yang jelas mengenai penyakitnya.
  Rahasia kedokteran bisa berupa kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya, dan privasinya. Sedangkan hak mendapatkan second opinion (pendapat kedua) memberikan kebebasan kepada pasien untuk berkonsultasi kepada dokter atau tenaga kesehatan kompeten lainnya.
Apabila pasien mendapatkan obat untuk proses terapinya, maka mereka juga berkedudukan sebagai konsumen obat yang mendapatkan hak-haknya menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Hak konsumen menurut pasal 5 UU Perlindungan Konsumen adalah:
1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa, serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi, serta jaminan yang dijanjikan
3. Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang/atau jasa
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut
6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar, jujur, serta tidak diskriminatif
8. Hak untuk mendapatkan konpensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.
Pasien yang datang ke apotek untuk membeli obat atau menebus resep, dengan demikian memiliki hak-haknya secara hukum baik sebagai pasien maupun sebagai konsumen. Olehkarena itu sudah menjadi kewajiban dari farmasis di apotek untuk dapat memenuhinya, sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Kesehatan no 23/1992, yang menyatakan bahwa “Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien”.

Orientasi Baru Apotek
Tugas dan fungsi apotek dari waktu ke waktu mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan di segenap aspek yang lain. Pada masa lalu apotek lebih terkonsentrasi pada fungsi penyediaan obat (product oriented). Yaitu bagaimana menyediakan obat yang bermutu dan aman bagi masyarakat. Pada masa itu aktivitas peracikan obat sangat mendominasi. Karena formula produk yang dibuat industri farmasi masih terbatas, apotek menyediakan berbagai bahan baku untuk keperluan peracikan yang diresepkan oleh dokter.
Kemajuan teknologi dan maraknya industri farmasi telah membuat produk-produk obat baru bermunculan setiap tahunnya. Formula-formula resep yang dahulu harus diracik, kini sudah banyak diproduksi oleh industri. Aktifitas peracikan di apotekpun mulai berkurang. Ditambah dengan fenomena semakin banyaknya lulusan apoteker, maka orientasi apotekpun berubah. Dari product oriented, kini bergeser kepada patient oriented. Yaitu pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien. 
Kini perhatian lebih tertuju pada bagaimana pasien mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari obat, dan terhindar dari bahaya-bahaya penggunaaan obat. Aspek-aspek yang dinilai penting dalam pelayanan kefarmasien berorientasi pasien adalah ketepatan dalam pemilihan dan penyediaan obat, informasi obat, kepatuhan pasien, monitoring efek samping obat, dan evaluasi penggunaan obat pada pasien.

Kompetensi dan Pelayanan Kefarmasian di Apotek
Apotek merupakan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Pekerjaan kefarmasian tersebut meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat, pelayanan atas resep dokter, pelayanan informasi obat, dan pengembangan obat. 
Berbeda dengan usaha-usaha bisnis murni, apotek adalah tempat pengabdian profesi apoteker atau sering juga disebut farmasis. Profesi ini dibekali dengan keilmuan dibidang obat dan memiliki kode etik yang harus dipatuhi. Hanya apoteker yang berhak memimpin pengelolaan apotek, karena sebagaimana kita tahu bahwa obat adalah sebuah produk yang fungsinya bagaikan pisau bedah, tidak hanya membawa berkah, namun juga bisa membawa bencana bisa salah menggunakannya. 
Dalam menjalankan profesinya, Apoteker atau farmasis di apotek diwajibkan mematuhi standar kompetensinya. Standar kompetensi farmasis di apotek yang erat kaitannya dengan pelayanan kepada pasien atau konsumen adalah:
1. Memberikan pelayanan obat kepada pasien atas permintaan dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan baik verbal maupun non verbal. Dalam melayani resep, farmasis memastikan ketepatan resep dari aspek kelengkapan resep, kesesuaian dosis, karakteristik pasien, interaksi antar obat, dan hal-hal lainnya yang berhubungan. Selanjutnya melakukan penyiapan dan penyerahan obat yang disertai dengan pemberian informasi yang memadai dan dibutuhkan pasien agar penggunaan obat benar-benar tepat. Lebih dari itu farmasis perlu melakukan evaluasi penggunaan obat yang diresepkan tersebut untuk memantau kemajuan terapi dan apakah terdapat masalah baru. 
2. Memberikan pelayanan kepada pasien atau masyarakat yang ingin melakukan pengobatan sendiri. Farmasis memberikan pertimbangan dan nasehat untuk menjamin keamanan dan efektivitas pengobatan mandiri yang dilakukan oleh masyarakat. Biasanya dilakukan dengan menggunakan jenis obat-obat bebas.
3. Memberikan pelayanan informasi obat, baik bagi pasien, tenaga kesehatan lain, masyarakat, maupun pihak-pihak lain yang membutuhkan guna peningkatan kesehatan. Informasi obat antara lain meliputi khasiat/indikasi, kontraindikasi, efek samping, dosis dan aturan pakai, interaksi obat, peringatan-peringatan penggunaan suatu obat, penyimpanan obat, serta harga obat.
4. Memberikan konsultasi obat. Hal ini mengingat kompleksitas permasalahan pasien dalam penggunaan obatnya yang perlu dikomunikasikan kepada farmasis. Farmasis harus mudah ditemui untuk membantu pasien menyelesaikan masalahnya tersebut.
5. Melakukan monitoring efek samping obat. Yaitu memantau baik secara langsung maupun tidak langsung terjadinya efek samping obat. Pasien juga berhak melaporkan terjadinya efek samping obat kepada farmasis di apotek agar dilakukan upaya-upaya pencegahan, mengurangi atau menghilangkan efek samping tersebut.
6. Melakukan evaluasi penggunaan obat untuk menjamin bahwa terapi obat sesuai dengan standar terapi, juga untuk mengontrol biaya obat. Sering terjadi kesalahan dalam penggunaan obat karena ketidakpatuhan pasien yang disebabkan faktor kurangnya informasi, bosan menggunakan obat, ataupun karena faktor lainnya. Akibatnya proses terapi menjadi tidak optimal, boros, bahkan bisa gagal. Pasien berhak untuk melaporkan perkembangan pengobatannya kepada farmasis agar lebih terkontrol.
Hak-hak pasien yang lain tetap berlaku terhadap pelayanan di apotek. Seperti hak mendapatkan persetujuan, misalnya apakah resep akan diambil semua ataukah tidak, pasien minta obat generik, dan menerima atau menolak rekomendasi dari farmasis. Hak pasien atas kerahasiaan kedokteran, mewajibkan pihak apotek untuk merahasiakan penyakit dan sebagainya yang berkaitan dengan privasi pasien. Sedangkan hak terhadap pendapat kedua (second opinion), memberikan kebebasan kepada pasien untuk berkonsultasi dengan farmasis lainnya.
 Apabila pasien semakin menyadari akan hak-haknya, dan tenaga kesehatan mematuhi standar profesinya, maka dapat diharapkan proses pengobatan kepada pasien menjadi lebih optimal. Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan perlu terus dilakukan untuk mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada masyarakat.






Konsultan Bisnis Apotek

PELUANG BISNIS APOTEK

Apotek adalah bagian dari institusi pelayanan dasar akan kesehatan. Keberadaan apotek sangat penting, mengingat bahwa obat termasuk dalam bagian utama (60%) anggaran pelayanan kesehatan kita. Trilyunan dana pemerintah dan masyarakat digunakan untuk mendapatkan obat. Dengan potensi pasar yang sedemikian besar ini, keberadaan Apotek sebagai distributor resmi yang “paling berhak” dalam bidang obat, memiliki prospek usaha yang sangat bagus.
Apotek diberikan wewenang dalam penyaluran obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat psikotropik, dan obat narkotik. Penyaluran obat tersebut diperuntukkan bagi pasien dan dokter, klinik, Balai Pengobatan, dan Rumah sakit. Kewenangan ini diberikan karena keberadaan profesi Apoteker yang secara keilmuan dan etik memegang tanggung jawab di bidang obat. 

Apotek adalah Jenis Usaha yang Khusus
Obat adalah produk utama di apotek. Berbeda dengan produk yang lain, obat jelas memiliki sifat, khasiat, resiko, dan tata aturan pengelolaan yang khusus. Sejak dari aspek pengadaan, penyimpanan, peracikan, hingga pendistribusiannya dilakukan dengan cara-cara yang telah ditentukan, serta diawasi oleh pemerintah (Balai POM, Dinas Kesehatan). Oleh karena itu usaha apotek merupakan usaha yang memiliki 2 aspek yang saling menyatu, yaitu aspek profesi (berkaitan dengan kemanusiaan) dan aspek bisnis. 
Sebagai fungsi pengabdian profesi, penyelenggaraan apotek diatur oleh perundang-undangan. Beberapa aspek yang diatur adalah mengenai proses perijinan, penanggung jawab dan tenaga kesehatan, syarat bangunan dan ruangan, stok, administrasi dan pelaporan obat, pengelolaan obat, dan standar pelayanan. Sedangkan sebagai lembaga bisnis, usaha ini haruslah menggunakan kaidah-kaidah bisnis agar berkembang atau menghasilkan keuntungan finansial.

Keunggulan dan Resiko
Keunggulan bisnis apotek adalah:
a. Melayani kebutuhan dasar masyarakat akan kesehatan
 Apotek adalah institusi paling legal dan telah menjadi branch image bagi distribusi obat-obatan. Kebutuhan dasar ini selalu diprioritaskan oleh segenap masyarakat terutama dalam kondisi badan kurang sehat. Bahkan saat ini semakin disadari pentingnya memelihara kesehatan dengan berbagai suplemen atau produk kesehatan bagi mereka yang sehat dan ingin terus sehat. Apabila usaha ini telah dapat berjalan baik, umumnya memiliki stabilitas yang cukup baik, dan tidak mudah terpengaruh situasi sebagaimana bisnis pada umumnya.
b. Tingkat persaingan relatif lebih kecil
 Ini disebabkan adanya berbagai tata aturan dan perlunya keahlian yang spesifik untuk menjalankan usaha ini. Sangat berbeda dengan bisnis yang bersifat umum seperti bisnis pulsa, makanan, warung klontong, dsb yang tingkat persaingannya sangat cepat dan mudah jenuh.
c. Hanya memutar barang dari pihak lain (tidak cash)
 Beberapa saat setelah apotek berjalan, suatu apotek dapat diberikan kepercayaan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk membeli produk tidak secara cash. Umumnya diberikan tempo 3-4 minggu. Hal ini berarti apotek sebenarnya memutar barang-barang dari PBF. Semakin mampu memanagemen aliran barang ini, maka semakin efektif dan efisien modal yang digunakan.

Resiko
Setiap usaha tentu memiliki resikonya. Resiko bisnis apotek adalah:
a. Biaya operasional cukup besar, karena memerlukan tempat yang layak dan melibatkan para profesional yang perlu digaji dengan layak (Apoteker, Asisten apoteker)
b. Obat memiliki waktu kadaluarsa. Bila tidak cukup ahli dalam mengelola obat, maka bisa terjadi banyak obat yang tidak bisa dijual lagi karena telah kadaluarsa

Potensi Bisnis
Potensi bisnis apotek masih sangat bagus. Kondisi ini terkait dengan beberapa fakta:
1. Kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi
2. Naiknya angka kesakitan, terutama berkembangnya penyakit-penyakit degeneratif (seperti diabetes, hipertensi, jantung, liver, ginjal, kanker, asam urat) yang memerlukan pengobatan jangka panjang
3. Kesadaran masyarakat untuk membeli obat yang aman dan berijin resmi
4. Deregulasi perijinan apotek yang makin dipermudah
5. Apotek boleh menjual produk-produk lain non obat, seperti kosmetika, makanan

Para pemodal besarpun tertarik untuk terjun ke usaha ini. Terbukti berbagai franchise/waralaba dalam bisnis apotek ini nampak berkembang, seperti, K+, Century, K-24, Guardian, dan Medical Shope, yang berkembang di berbagai wilayah.

Merancang Usaha Apotek
Anda dapat memilih 3 cara dalam mendirikan apotek, yaitu:
1. Mengikuti franchise tertentu 
Anda cukup menyiapkan sejumlah modal (umumnya sekitar 0,3-1 M), lalu mengikuti segala aturan yang ditetapkan termasuk dalam hal bagi hasil (royalti yang harus diserahkan setiap bulannya). Dengan model ini, Anda membeli branch atau nama/merk dan sistemnya. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua franchise bisa berhasil, ada juga yang bangkrut.
2. Mendirikan sendiri
Anda bisa juga mendirikan apotek secara sendiri. Anda dapat mencari informasi mengenai syarat-syaratnya ke Dinkes setempat dan merancang segala sesuatunya secara mandiri. Dengan cara ini mungkin bisa berhasil, tetapi umumnya tanpa informasi dan pengetahuan yang cukup, akan banyak mengalami permasalahan, dan beresiko bangkrut. Minimal akan memerlukan lebih banyak waktu untuk dapat exis.
3. Menggunakan jasa konsultan
Apabila Anda ingin memaksimalkan keuntungan tanpa royalti bulanan (pada sistem franchise), dan Anda juga tidak ingin mendirikan apotek secara asal-asalan dengan mempertaruhkan modal Anda, Anda bisa menggunakan jasa konsultan yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai. Konsultan akan memberikan informasi, konseling, data dan training yang Anda butuhkan untuk membuat Apotek yang berkualitas.

Berapa Modal yang Diperlukan?
Jumlah modal yang diperlukan tergantung dari tipe apotek yang akan Anda dirikan. Secara umum dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe:
1. Tipe kecil, yaitu apotek yang hanya menyediakan obat-obat dalam macam atau jumlah yang sedikit saja. Modal awal yang diperlukan (selain bangunan/ruangan) berkisar 30-50 juta.
2. Tipe sedang, yaitu apotek yang menyediakan obat/produk dalam macam dan jumlah yang lebih banyak. Modal yang diperlukan berkisar 50-150 juta.
3. Tipe besar, yaitu apotek yang secara lebih lengkap menyediakan obat/produk dalam jumlah yang cukup. Modal diatas 150 juta.
Tipe mana yang tepat Anda pilih sangat dipengaruhi oleh faktor modal, lokasi, persaingan, dan sebagainya.

Bagaimana Menjadikan Usaha Apotek Sukses?
Untuk membangun bisnis apotek yang sukses, tentu ada ilmunya. Tidak dengan serta merta semua apotek akan sukses dengan cara yang asal-asalan meskipun modal yang tersedia besar. Diperlukan pengetahuan, kemampuan managemen, dan strategi marketing yang memadai agar sukses.

Agar usaha apotek Anda sukses, Anda perlu memahami:
Bagaimana melakukan studi kelayakan yang baik
Bagaimana merancang visi, branch, dan bauran marketing apotek
Bagaimana proses pendirian apotek bisa lebih cepat
Bagaimana sistem managemen pengolaan yang efektif-efisien
Bagaimana merancang stok barang yang sesuai kondisi
Bagaimana memilih dan membangun SDM yang memiliki kinerja bagus
Bagaimana pola pelayanan & SOP yang berorientasi pelanggan
Bagaimana membuat berbagai kerjasama atau jaringan dengan pihak yang lain
Bagaimana langkah-langkah pengembangan jangka panjangnya

Bila Apotek Anda Tidak Berkembang?
Bila Anda saat ini telah memiliki atau menjalankan usaha apotek namun tidak atau belum berkembang, maka perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif. Meliputi evaluasi intern dan ekstern. Secara intern harus dilihat bagaimana efektifitas dan efisiensi dari aspek marketing, managemen pengelolaan (pengadaan, penyimpanan, distribusi), kinerja SDM (termasuk sistem gaji dan karir), hingga tata ruang/bangunan. Dan secara ekstern harus dikaji ulang potensi dan kebutuhan/keinginan pasar, serta peta persaingan yang ada.
Team Konsultan kami bisa membantu Anda mengadakan riset untuk evaluasi yang lebih komprehensif, dan lalu memberikan langkah-langkah solusi yang diperlukan


LAYANAN KAMI
Team Konsultan kami memberikan berbagai layanan yang dibutuhkan sebuah apotek sejak dalam proses pendirian/pembelian dari pihak lain, memaksimalkan usaha yang telah berjalan, hingga menangani masalah apotek yang dalam tahap sakit. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman bertahun-tahun dalam usaha apotek baik skala besar maupun kecil, kami bersedia membantu Anda untuk keperluan Anda dalam:
1. Menjajaki kemungkinan mendirikan usaha apotek.
Kami membantu Anda dalam melihat potensi usaha apotek yang kemungkinan akan Anda dirikan. Meliputi analisa lokasi/pasar setempat, permodalan, berbagai persyaratan yang diperlukan, dan prediksi usaha. Lebih lanjut studi kelayakan secara lebih lengkap dapat dilakukan.
2. Mendirikan apotek
Bila Anda sudah mengambil keputusan untuk mendirikan apotek, kami bisa membantu merancang sistem (marketing, dan manajemen), penampilan & tata ruang, stok, proses perijinan, penyiapan SDM, berbagai data, dan contoh perlengkapan administrasi yang diperlukan. 
3. Melakukan pengembangan apotek
Apotek yang telah berjalan dan berharap dapat berkembang lebih baik lagi memerlukan terobosan-terobosan tertentu. Team kami memberikan layanan untuk pengembangan apotek melalui berbagai alternatif seperti membangun jaringan pelanggan dengan perusahaan/institusi tertentu, memadukan apotek dengan layanan baru yang prospektif, memperbaiki pola pelayanan dan kinerja SDM, mengoptimalkan sistem managemen, kerjasama antar apotek.
4. Mengobati Apotek yang sedang sakit/menurun
Ketika suatu apotek mengalami kondisi yang menurun atau jatuh dalam berbagai persoalan, kami dapat membantu melakukan evaluasi/riset untuk mengidentifikasi masalah dan memberikan data dan alternatif solusinya.
BENTUK LAYANAN
1. Konsultasi
Memberikan konsultasi untuk berbagai keperluan bisnis apotek Anda. Klien bisa datang kepada kami, atau kami yang datang kepada klien

2. Penyediaan Data
Memberikan data, bisa berbentuk file atau print out, yang bisa dibeli lewat internet, pos, maupun langsung

3. Survey/pendampingan
Membantu memecahkan persoalan dengan mengamati secara langsung (survey) di lokasi, atau mendampingi untuk suatu urusan/tujuan tertentu, atau penyusunan tertentu.

4. Pengorganisasian
Melakukan pengorganisasian terhadap suatu kegaiatan yang diserahkan oleh klien. 

RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pelayanan kami meliputi:
1. Studi kelayakan
a. Studi lokasi, sosial-budaya, bangunan, persaingan, modal
b. Analisa SWOT (kelebihan, kekurangan, peluang, dan tantangan)
c. Prediksi perkembangan usaha
2. Perijinan & Perundang-undangan
a. Mekanisme perijinan, sarat-sarat, dan biaya
b. Perundang-undangan bidang farmasi (apotek): bangunan-perlengkapan pengelolaan, SDM, administrasi, pelaporan, OKT & Narkotik, OWA, pelayanan
3. Desain interior dan bangunan
a. Bentuk bangunan, penampilan luar dan dalam
b. Penataan barang, perabot, dan dekorasi
4. Rancangan pemasaran/marketing
a. Merumuskan visi & keunggulan kompetitif (branch image)
b. Menyusun bauran pemasaran: produk, harga, tempat, pelayanan, promosi 
5. Pembukaan/pendirian apotek
a. Menyusun proposal pendirian
b. Menyiapkan perlengkapan, perijinan & mekanisme yang efektif-efisien
c. Menyusun rencana stok, keuangan, dan penyiapan personalia
d. Membuat rencana grand opening
6. Pengelolaan apotek
a. SDM: Rekruitmen, Pembagian kerja, strukturisasi, dan sistem kerja-karir
b. Pembuatan Protap dan sistem Pengadaan, Pergudangan, Distribusi, Pelayanan, Keuangan,
     ecurity
c. Pembuatan sistem administrasi
7. Membangun jaringan
a. Jaringan kerjasama perusahaan (pelanggan)
b. Jaringan antar apotek
8. Evaluasi dan pengembangan apotek
a. Riset potensi, kebutuhan, dan image pasar
b. Riset intern: evaluasi indikator efektifitas dan efisiensi struktur, pengelolaan, dan kinerja SDM
9. Training SDM
a. Training motivasi
b. Training managemen
c. Training pelayanan (marketing)
d. Traininh farmaceutical care (konseling dan klinik)
10. Perpajakan
a. Administrasi untuk perpajakan
b. Pelaporan pajak
Konsultan Ahli
Team konsultan kami terdiri atas para professional dan praktisi di bidang usaha apotek. Mereka bukan saja pelaku usaha apotek, namun juga menjadi pembimbing bagi para mahasiswa calon Apoteker, dan terlibat dalam kepengurusan organisasi profesi farmasi. Konsultan inti kami terdiri atas 4 orang, semuanya Alumni Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta, yaitu:
1. Siti Masti’ah, S. Si., Apt. (Apoteker Apotek UGM)
2. Rima, S. Si., Apt. (Apoteker Apotek K-24 Yogyakarta)
3. Rahayu Widodo, S. Si., Apt. (Apoteker Apotek WAHIDIN)
4. Rovik Adi Prabowo, S. Farm, Apt. (Apoteker Apotek AMIRA)
Dalam pelaksanaan pelayanan kepada klien akan dibantu oleh para Asisten Ahli bila diperlukan.

Hubungi kami: 085729678383

Makanan, Suplemen, dan Obat untuk Anak

Pemberian Makanan, Suplemen, dan Obat pada Anak
Panduan Agar Anak Tumbuh Sehat dan Cerdas
Penulis: Rahayu Widodo, S.Si., Apt
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2009 (akan segera terbit)

Siapa saja yang mendambakan buah hatinya tumbuh menjadi sehat dan cerdas, perlu memperhatikan tiga hal penting yang dikonsumsi anak. Yaitu makanan, suplemen, dan obat. Makanan sebagai sumber asupan gizi merupakan bahan dasar pembentukan tubuh dan otaknya. Suplemen diperlukan pada saat-saat tertentu guna membantu menyempurnakan gizi maupun meningkatkan pertahanan tubuh. Sedangkan obat, tentu saja hanya diperlukan dalam keadaan sakit agar anak segera kembali sehat.

Banyak buku yang mengurai masalah gizi dan kesehatan anak, namun yang membahas ketiga hal penting (makanan, suplemen dan obat) secara integral sebagaimana buku ini, masih jarang. Lebih jauh buku ini disuguhkan kepada pembaca demi menjawab berbagai persoalan yang sering ditemui setiap keluarga yang memiliki balita. Dengan bahasa yang cukup mudah dicerna, diharapkan akan membantu pembaca umum, mahasiswa, maupun profesional di bidang kesehatan.

Setelah membaca buku ini, pembaca mendapatkan berbagai manfaat sebagai berikut:
1. Mampu mengevaluasi konsumsi gizi anak sudah cukup ideal atau belum
2. Mampu merancang menu makan berorientasi gizi seimbang sesuai usianya
3. Mengetahu cara mengatasi kesulitan makan pada anak
4. Bisa memilih dan menggunakan suplemen yang sesuai dengan kebutuhan
5. Mengetahui cara memilih dan menggunakan obat secara tepat untuk penyakit ringan anak yang sering terjadi

Masa kecil adalah masa penting yang tak terulang, upayakan mereka tumbuh sehat dengan otak yang cerdas yang merupakan salah satu bekal berharga bagi masa depan.


Pembalut Wanita Penyebab Kanker?

Pembalut Wanita Menyebabkan Kanker?
Yayasan Kanker Indoensia menyebutkan, saat ini kanker leher rahim menyebabkan korban meninggal 200.000 wanita per tahun. Selain itu, 52 juta dari 115 juta perempuan Indonesia beresiko terkena kanker rahim (serviks). Banyak diantara mereka yang harus diangkat rahimnya yang membuat mereka tidak memiliki keturunan yang didambakan.

Konggres tentang Penelitian dan Keamanan Tampon di Amerika Serikat menyatakan bahwa zat dioxin dan serat sintetis yang terkandung dalam pembalut wanita dan produk sejenis, berisiko tinggi terhadap kesehatan wanita, termasuk terhadap: kanker serviks, endometriosis, kanker ovarium, kanker payudara, penurunan system kekebalan tubuh, radang pelviks, sindroma syok keracunan, dan lain-lain. Pembalut wanita yang secara luas dipakai wanita dibuat dari kertas daur ulang dan serbuk kayu yang diproses dengan bahan-bahan kimia. Ternyata bahan-bahan bersifat racun tersebut masuk ke dalam rahim ketika dipakai melalui proses penguapan darah haid.

KINI TELAH HADIR
Untuk mengatasi kelemahan pembalut biasa (adanya berbagai bahan kimia, masuknya dioxin ke dalam rahim, rasa panas, pH asam, beresiko kanker rahim), kini telah hadir Pembalut Sehat Herbal FC-Bio Sanitary Pad dari Avail, mengandung ramuan dari 17 jenis herbal, dengan berbagai keunggulan:
1. Tidak mengandung dioxin, zat pemutih, dan florensen (zat beracun ini banyak terdapat pada
     pembalut biasa)
2. Nyaman, tidak panas, penyerapan 3x lipat, dan 100% dari kapas
3. Antiseptik dan membasmi kuman
4. Mengatasi keputihan, mencegah kanker rahim, nyeri haid gatal, haid tidak teratur, infeksi,
     bau busuk, dll
5. Meningkatkan keharmonisan hubungan suami-istri (para suami juga memberi testimony)
6. Bisa juga untuk kompres demam, bisul, masuk angin, kembung, luka
Produk Berijin, Berasuransi, dan harga OKE!
Konsumsi pembalut wanita  di Indonesia mencapai omzet 2000M per bulan (deperindag)
KINI JAMANNYA PEMBALUT SEHAT !!
Untuk menjadi Agen atau produk hubungi no. telepon kami, atau email kami.


Program Turun Mesin Tubuh Manusia

Program Turun Mesin Tubuh Manusia
Mengapa Tubuh Manusia Perlu Turun Mesin?
Tubuh manusia juga menjalankan fungsi sebagaimana mesin. Ia memproses pembentukan energi dari makanan, mengubah berbagai bentuk energi, memperbaiki jaringan yang rusak, menumbuhkan jaringan yang baru, dan mempertahankan diri dari serangan kuman maupun racun. Semua bagian tubuh memiliki fungsi pentingnya.
Seiring dengan pertambahan usia, berbagai pengaruh buruk yang setiap hari hadir (zat racun, organisme, akibat pola hidup), akan menumpuk berbagai potensi sakit dan membuat mesin tubuh manusia mengalami bermacam gangguan. Gangguan ini lambat laun akan merembet kepada organ-organ lain, karena antar bagian mesin ini saling berhubungan. Sayangnya gangguan di dalam tubuh tersebut tidak langsung nampak, seperti fenomena gunung es. Pada saatnya orang merasa tiba-tiba menderita penyakit jantung, stroke, atau diabetes. Olehkarena itu sering disebut sebagai silent diseases, penyakit yang diam-diam (tersembunyi).
Manfaat turun mesin tubuh manusia adalah memangkas berbagai potensi sakit yang termbunyi di dalam tubuh, dan mengembalikan fungsi normal tubuh, sehingga tubuh terhindar dari resiko penyakit kronis, lebih sehat dan fit, serta lebih memiliki imunitas yang tinggi. Sudah berapa tahunkah mesin tubuh Anda bekerja?

Bagaimana Cara Kerja Turun Mesin Manusia?
Pertama adalah dengan membersihkan kotoran-kotoran. Kotoran ini merupakan racun yang akan terus mengganggu kerja tubuh. Sumber penumpukan kotoran sering terjadi pada: 
1. Usus. Kotoran yang melekat pada dinding usus akan mengganggu kinerja penyerapan nutrisi, dan menyebabkan berbagai gangguan, hingga resiko kanker.
2. Darah, yang terus berputar mengantarkan nutrisi, oksigen serta membuang CO2. Kotoran dalam darah banyak berpengaruh terhadap berbagai organ maupun jaringan tubuh lainnya.
3. Pembuluh darah. Bagaikan selang yang terus dipakai bertahun-tahun, maka akan muncul penyumbatan-penyumbatan yang menghambat darah mengantarkan zat yang dibutukan.
4. Organ-organ penting dan jaringan, seperti pada jantung, paru-paru, liver, ginjal, pankreas, kandungan, kulit, otot, bahkan otak. Kotoran ini akan mengganggu fungsi normal organ dan jaringan
Kedua, perlunya penyeimbangan nutrisi, asam basa dan hormon-hormon. Ketidakseimbangan yang berlangsung lama akan memunculkan berbagai gangguan.
Ketiga, dilakukan regenerasi sel-sel untuk menggantikan sel-sel yang sudah rusak, sehingga fungsi organ kembali normal dan baik.
Apa yang Dilakukan dan Digunakan?
Untuk mewujudkan program turun mesin tubuh manusia, ada beberapa langkah:
1. Mencek kesehatan organ (kesehatan jantung, liver, ginjal, paru-paru, pencernaan dll) &  
    konsultasi kesehatan
2. Mengaktifkan kekuatan jiwa untuk sehat (metode logoterapi & Doa Quantum Ihlas)
3. Menggunakan produk-produk alami yang resmi, terseleksi aman dan bermutu
3. Perubahan dalam diet, olahraga/aktifitas yang mendukung
4. Mengontrol dan mengevaluasi hasil (cek kembali)
5. Upaya prefentif agar terjaga kondisi tubuh yang sehat

Berapa Biayanya?
Tersedia beberapa pilihan biaya sesuai keinginan klien:
Macam Paket                  Biaya               Jangka waktu penggunaan
Paket Penuh                    1-1,5 jt             1 bulan
Paket Medium                0,5-1 jt             2 minggu
Paket Kecil Dibawah      0,5 jt                 1 minggu

Konsultan
Rahayu Widodo, Apoteker (HP. 085729678383, email: widodoapt@gmail.com
(Penulis buku: “Panduan Keluarga Memilih dan Menggunakan Obat”, 
“Pemberian Makanan, Suplemen, dan Obat pada Anak”,
  ” Suplemen Kesehatan dan Nasehat Medis Pasien”)
Alamat: Perum Purwomartani Baru KH 26 Purwomartani, Kalasan, Sleman, YK
  (30 m utara Masjid Al-Muhtadin)

Siapkanlah Kondisi Tubuh Anda
TUBUH MANUSIA BUTUH TURUN MESIN




Panduan Kesehatan Haji

Buku Panduan Kesehatan Haji

Ibadah haji merupakan ibadah yang memiliki beberapa kekhususan. Diantaranya adalah ibadah ini diwajibkan bagi umat islam yang mampu. “Mampu” di sini adalah dalam wilayah pengertian mampu baik secara ekonomi, fisik, dan ilmu. Hal ini sangat logis mengingat pelaksanaan ibadah haji memang menuntut berbagai kemampuan tersebut untuk dapat mendapatkan hasil yang diharapkan yaitu haji mabrur.
Aspek kesehatan merupakan aspek yang sangat terkait dengan kemampuan fisik dari calon jamaah haji, bahkan sebenarnya lebih dari itu, kesehatan juga tidak bisa dilepaskan pengaruhnya terhadap psikis dan kemampuan berpikir seseorang. Oleh karena itu, aspek ini sangatlah penting untuk mendapatkan perhatian bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pelaksanaan ibadah haji, demi menghasilkan ibadah yang berkualitas. Sebagaimana diketahui bahwa rata-rata calon jamaah haji adalah mereka yang memiliki umur lebih dari 40 tahun yang umumnya lebih rentan kesehatannya.
Perhatian terhadap kesehatan calon jamaah haji Indonesia, telah dilakukan oleh pihak pemerintah melalui berbagai pemeriksaan dan pembinaan kesehatan pra pemberangkatan, dan penyiapan instrumen-instrumen layanan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung. Sayangnya, mengandalkan program pemerintah saja tidaklah cukup untuk kebanyakan calon jamaah haji dalam menyiapkan kesehatan dirinya. Diperlukan upaya-upaya mandiri yang dilakukan oleh para calon jamaah haji sendiri untuk lebih mengoptimalkan kondisi kesehatannya. Pada ranah inilah, peranan informasi kesehatan yang memadai terkait pelaksanaan ibadah haji menjadi sangat diperlukan.
Buku panduan kesehatan haji sebagai media informasi yang cukup efektif saat ini masih sangat minim. Informasi kesehatan yang dibahas secara sekilas dalam buku resmi dari Depag (Panduan Perjalanan Haji) menurut hemat kami masih kurang memadai untuk menyiapkan kesehatan yang optimal. Diperlukan sebuah buku yang khusus membahas mengenai bagaimana menyiapkan kesehatan agar para jamaah haji nantinya dapat berhaji dengan sehat dan fit. Buku tersebut harus bersifat praktis, mudah dicerna, dan menarik, karena umumnya pembaca adalah mereka yang telah berusia lansia atau mendekati lansia. 

Manfaat Buku
Buku ini memberikan berbagai informasi yang penting, jelas, praktis, dan motivatif, mengenai:
1. Bagaimana menyiapkan kesehatan yang optimal secara dini bagi calon jamaah haji, baik bagi mereka yang telah menderita penyakit tertentu, atau mereka yang beresiko terhadap suatu penyakit, maupun bagi yang sehat yang tetap ingin mempertahankan/meningkatkan vitalitasnya.
2. Perbekalan kesehatan yang perlu disiapkan untuk dibawa pada saat pemberangkatan jamaah haji, dan bagaimana menjaga kesehatan atau meminta pertolongan layanan kesehatan selama proses ibadah haji berlangsung, agar mereka tetap sehat dan fit, demi kesempurnaan ibadah

Nantikan terbitnya buku Panduan Kesehatan Haji yang lebih komplit dan praktis, saat ini buku ini masih saya tulis untuk proses penyelesaiannya. Informasi akan saya sampaikan lewat blok ini.


Penting .....Sehat !!

 Penting .....Sehat !!

“Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang”
(HR. Bukhari diriwayatkan dari Abu Abbas)

  WHO melaporkan bahwa 15 juta orang berumur antara 20-64 tahun meninggal setiap tahun dan sebagian besar masih berusia muda. Fakta menunjukkan jumlah penderita penyakit kronis terus meningkat. Berturut-turut penyakit pembunuh utama adalah sakit jantung (31%), kanker (23%), stroke (7%), radang paru-paru (5%), diabetes (3%), penyakit organ (1%). Penyakit-penyakit tersebut termasuk dalam kategori penyakit degeneratif yang lebih banyak dipengaruhi oleh pola hidup . Adakah cara agar kita sebisa mungkin terhindar dari penyakit tersebut?
  Pengaruh buruk dari lingkungan yang setiap hari hadir (zat racun dari polusi, makanan, rokok, organisme/kuman), ditambah pola hidup yang tidak sehat (stress, kurang istirahat & olahraga), akan menumpuk berbagai potensi sakit dan membuat tubuh mengalami bermacam gangguan. Gangguan ini bila tidak diantisipasi, lambat laun bisa merembet ke berbagai organ, karena antar bagian tubuh ini saling berhubungan. Sayangnya gangguan di dalam tubuh tersebut tidak langsung nampak, seperti fenomena gunung es (di dalamnya besar, tapi dari luar nampak/terasa gangguan kecil). Pada saatnya orang merasa tiba-tiba menderita penyakit jantung, stroke, atau diabetes. Olehkarena itu sering disebut sebagai silent diseases, penyakit yang diam-diam (tersembunyi).

Bagaimana Sehat dengan Hemat dan Cerdas?
 Sebagian besar masyarakat kita masih acuh terhadap kesehatan. Mereka hanya melakukan sesuatu setelah penyakit datang. Awalnya ingin hemat, tetapi justru akhirnya terpaksa sangat boros untuk mendapatkan kesehatannya kembali. Cara yang hemat dan cerdas adalah dengan bersikap antisipatif. Dengan melakukan pola hidup yang sehat dan memberikan anggaran yang pantas untuk memelihara kesehatan, sehingga lebih kecil resiko untuk sakit. 
 Salah satu aspek penting adalah makanan. Makanan adalah produk terbaik untuk mengantisipasi kesehatan dan obat yang paling aman dan ideal. Pilihan lain selanjutnya yang relatif aman adalah produk alami, seperti herbal (perlu tepat).

Adakah cara yang Sehat untuk Sehat?
  Berbagai terapi dan obat ditawarkan. Sistem kedokteran barat dan timur, medis dan alternative, terapi fisik dan supranatural pun beradu dengan keunggulan sekaligus kelemahannya masing-masing. Kita membutuhkan penyaringan untuk menentukan pilihan yang sehat dalam meraih kesehatan, karena banyak juga cara yang tidak sehat sehingga dalam jangka waktu tertentu justru menjadi bumerang. Dapatkan informasi ini di Solusi Sehat.